Serikat Pekerja Tuntut UMP 2018 Naik

IDNews.co.id – Per tanggal 1 November 2017, gubernur di seluruh Indonesia harus sudah menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) secara serentak.

Terkait dengan itu, Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES Reformasi) yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak agar UMP 2018 naik sebesar Rp 650 ribu.

Ketua Umum FSP FARKES Reformasi Idris Idham mengatakan kenaikan upah sebesar Rp650 ribu adalah sejalan dengan perjuangan KSPI yang saat ini sedang melakukan Kampanye Upah +50.

“Kampanye Upah +50 merupakan tuntutan kaum buruh di kawasan Asia Pacific agar upah tahun 2018 naik minimal USD 50 (setara dengan Rp650 ribu). Ini hasil rekomendasi Konfederasi Serikat Buruh Dunia atau International Trade Union Confederation (ITUC),” ujarnya, Rabu (25/10).

Angka tersebut berdasarkan tingkat GDP, income per kapita, dan tren pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik, rata-rata paling rasional adalah USD50 yang jika dikonversi sekitar Rp 650 ribu.

“Kenaikan upah sebesar 650 ribu juga akan meningkatkan daya beli, sehingga nantinya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” tegas Idris.

Oleh karena itu, FSP FARKES Reformasi yang memiliki basis anggota di sektor industri farmasi, rumah sakit, jamu, kosmetik, dan umum itu menuntut agar Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan ditinjau kembali.

Sebab Peraturan Pemerintah tersebut hanya membatasi kenaikan upah sebesar inflansi dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang mengamanatkan penetapan upah minimum berdasarkan survei komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL). (ndi)

Posting Serikat Pekerja Tuntut UMP 2018 Naik ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

Leave a Reply