Operasi Ramadniya 2017 Berakhir, Jalur Tol Fungsional pun Ditutup

IDNews.co.id – Pascaberakhirnya operasi kemanusiaan Ramadniya 2017, pengamanan diruas jalur tol fungsional ( JTF) yang ada di wilayah Kabupaten Tegal dihentikan. Terhitung lintasan JTF yang ada di wilayah hukum Polres Tegal ditutup Selasa (4/7) pada pukul 08.00 WIB lalu.

Kapolres AKBP Heru Sutopo SIK melalui Kasat Lantas AKP Yoppy Anggi Krisna mengatakan, pihaknya sempat menunggu instruksi dari Polda Jawa Tengah terkait berakhirnya penggunaan JTF yang melintasi wilayah hukumnya. ” Hasil koordinasi dengan Polda Jawa Tengah, JTF di wilayah Kabupaten Tegal bisa ditutup mulai hari ini (kemarin, Red), dan semua personel yang selama ini bertugas di sana bisa ditarik keluar bersama sarana prasarana pendukung yang ada di titik – titik rest area,” tegasnya. Dengan ditutupnya JTF, pihaknya juga berupaya menutup akses pintu exit tol darurat yang ada di Ujungrusi, Warureja, dan Tarub.

“Diharapkan dengan ditutupnya akses pintu exit tol darurat ini bisa dipatuhi warga sekitar untuk tidak memaksakan diri menerobos memasuki lintasan JTF. Hal ini dimungkinkan masih ada sisa- sisa mobil pemudik yang melintas dari exit tol rest area Gringsing,” cetusnya.

Dijelaskan, selama pengamanan di ruas JTF di puncak arus mudik dan balik Lebaran, tidak ada insiden laka lantas menonjol yang menelan korban jiwa.

JTF sendiri resmi digunakan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran pada 19 Juni 2017, yang didahului dengan upaya sterilisasi oleh Polres Tegal sejak 15 Juni 2017. Pihaknya juga sempat menutup 15 titik  jalur tikus atau lorong jalan perkampungan yang langsung terakses dengan jalur tol, yang dibarengi dengan penempatan personel di sana. Hal ini ditempuh untuk menghindari terjadinya laka lantas sejalan dengan berfungsinya ruas jalur tol.

Penutupan jalur tol fungsional atau darurat itu, juga terpantau mulai dari jalur Pemalang Batang Tol Road (PBTR) sampai dengan Batang Semarang Tol Road (BSTR) dengan jarak tempuh 44 KM. Penutupan jalur tol darurat, secara resmi ditutup pada Selasa (4/7) sekira pukul 08.00 WIB oleh Dirlantas Polda Jateng, Jasa Marga dan Polres Batang.

“Jalur tol darurat mulai Batang-Pemalang sudah kita tutup secara resmi tadi pagi pukul 08.00 WIB. Yang kemudian, akan diteruskan kembali pengerjaan pembangunannya oleh pihak PT Waskita karya. Pembukaan jalur tol itu nanti menunggu peresmian. Artinya betul-betul berfungsi secara operasional,” ujar Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, usai melakukan penutupan pintu exit tol darurat Gringsing, Selasa (4/7).

Senada, dikatakan oleh Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Jasa Marga Semarang Batang Iwan Abrianto. Setelah pintu tol darurat Gringsing-Pemalang ditutup pada pukul 08.00 WIB. Seluruh kendaraan langsung diarahkan menuju jalur pantai utara (Pantura) Jawa Tengah.”Tol darurat Gringsing ditutup total mulai hari ini (kemarin, Red). Karena akan dilakukan pekerjaan oleh pihak kontraktor. Apalagi, kita dikejar target untuk pengerjaan fisik,” terang Iwan Abrianto.

Penutupan tol darurat, lanjut Iwan, dilakukan dengan pemasangan barrier di pintu exit tol darurat Gringsing maupun exit tol Kandeman. Penutupan tol darurat itu, menurutnya untuk bisa segera  menyelesaikan keseluruhan proyek tol Trans-Jawa yang sempat dihentikan sementara selama arus mudik dan balik Lebaran 2017. (ndi)

Posting Operasi Ramadniya 2017 Berakhir, Jalur Tol Fungsional pun Ditutup ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

Leave a Reply