Merubah Hambatan Menjadi Tantangan, Merubah Tantangan Menjadi Peluang (3)

IDNews.co.id – Berbagai permasalahan yang ada dalam pengelolaan Transjakarta Busway hingga kini belum teratasi. Satu di antaranya yakni, potensi sumber pendapatan lain dengan potensi pemasukan besar belum di gali secara maksimal.

Begitupun dengan Transjakarta telah keluar dari core bisnisnya yaitu transportasi. Karena Transjakarta kini telah mengembangkan bisnisnya dalam hal diantaranya layanan penjualan sembako, musik dalam halte dan menjual kartu berbayar non tunai milik bank dikarenakan Transjakarta belum mengeluarkan kartu berbayar non tunai sendiri, pembebanan biaya top up tiket.

Ir.Agus Suherman Subrata MBA, mantan Direktur Utama DAMRI.

Seharusnya Transjakarta tetap pada core bisnisnya yaitu transportasi, namun jika memang Transjakarta perlu mengembangkan bisnis untuk mendapatkan pendapatan diluar core bisnisnya cukup banyak vendor iklan yang sangat tertarik untuk mengiklankan produknya baik di bus maupun Halte, sumber pendapatan dari iklan cukup besar. Untuk di Halte-Halte besar seperti Harmoni, Stasiun Kota dan Halte besar lainnya perlu dibuatkan coffee shop apabila memang perlu mencari potensi pendapatan lainnya mengingat Halte tersebut ramai akan penumpang dan Halte transit.

Dalam Kontrak Kerja Sama (KKS) dengan beberapa Operator Bus, terdapat klausul yang mengatur hak Operator untuk mendapatkan pendapatan lain dari iklan di bus, namun hingga saat ini hak Operator tersebut belum terealisasikan.

Adanya tebang pilih dalam pembebanan denda, sangat tegas dalam menagih denda kepada Operator Bus untuk standarisasi unit dan maintenance sebagaimana tertuang di dalam Kontrak, namun fleksibel untuk penyedia-penyedia tertentu, contoh Scania hanya boleh mengalami kerusakan dalam pelayanan maksimal 3 kali dalam 1 tahun, lebih dari itu di kenakan denda perkerusakannya, namun hal ini tidak dilakukan.

Fee top up kartu e-ticket bagi penumpang yang mengisi saldo di Halte Rp.2000 per transaksi yang penggunaan pendapatannya tidak jelas.

Solusi atas persoalan tersebut, yakni dengan mengembalikan konsep pelayanan ke sistem koridor, maka biaya operasional yang tinggi untuk membayar Operator maupun Swakelola akan berkurang, karena saat ini melayani rute-rute yang sedikit revenuenya namun tinggi biaya operasionalnya.

Lalu dengan dilakukannya sterilisasi jalur busway sehingga headway bus terjaga maka dengan otomatis jumlah penumpang akan naik dan revenue naik dan hal ini tidak keluar dari main core bisnisnya Transjakarta.

Terpenting juga bekerjasama dengan pihak lain khususnya agensi periklanan untuk menjual ruang iklan yang tersedia di bus dan halte Transjakara, mengingat sistem Transjakarta yang menyebar di Kota Jakarta. (*)

Posting Merubah Hambatan Menjadi Tantangan, Merubah Tantangan Menjadi Peluang (3) ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

Leave a Reply