Genjot Sektor UKM, Pemerintah Gelar Ultra Mikro

IDNews.co.id – Pemerintah menggenjot sektor usaha kecil menengah. Tujuannya supaya daya beli masyarakat kecil menguat. Itu penting karena salah satu pilar pertumbuhan ekonomi terbesar dari konsumsi masyarakat.

Guna memulihkan daya beli masyarakat mikro, pemerintah menggelar pembiayaan bagi usaha ultra mikro. Hajatan itu digeber melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Program itu akan disalurkan Bahana Artha Ventura (BAV), Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM). “Kami memberi pendampingan usaha mikro layak mendapat pembiayaan. Itu untuk memastikan dana pemerintah dipakai mengembangkan usaha mikro. Diharap pelaku usaha mikro semakin mandiri,” tutur Direktur Utama Bahana Artha Ventura, Supomo.

BAV telah menyalurkan program pembiayaan Usaha Mikro (UMi) melalui lembaga keuangan mikro dengan pilot project menggunakan Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA) sejumlah Rp 50 miliar. Dana sebesar itu disalurkan kepada sekitar 25 ribu nasabah mikro binaan KOMIDA. Pembiayaan itu diberikan kepada kelompok usaha atau perorangan telah memiliki usaha atau akan memulai usaha dengan plafond maksimal Rp 10 juta, dengan tenor selama 50 minggu.

Saat ini pembiayaan itu telah dipakai mengembangkan usaha. Misalnya, warung, usaha kerajinan, pertanian dan perkebunan, usaha bidang makanan. Untuk memastikan pembiayaan tidak macet, setiap kelompok usaha harus melaporkan perkembangan usaha setiap minggu kepada lembaga keuangan mikro ditunjuk untuk menyalurkan pembiayaan itu. Nah, BAV memberi pendampingan kepada pelaku usaha ultra mikro.

Dengan jaringan BAV tersebar pada 27 propinsi, anak usaha Bahana Pembina Usaha Indonesia (PUI) menarget akan memberi pembiayaan Rp 500 miliar hingga akhir tahun ini. Hingga akhir Agustus, BAV akan memberi pembiayaan kepada koperasi usaha gabungan terpadu (UGT) Sidogiri Rp 50 miliar dan kepada koperasi Abdi Kerta Rahardja Rp 10 miliar, dengan total nasabah mencapai sekitar 60 ribu pelaku usaha.

Di sisi lain, melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) e-warong, BAV juga aktif memberi bantuan pembiayaan alat angkut. Sesuai namanya warung, usaha itu menjual beragam kebutuhan bahan-bahan pokok berharga murah. Itu karena seluruh barang pokok dijual untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat mendapat bantuan pemerintah melalui PKH.

Biasanya satu KUBE beranggotakan sekitar 1000 orang. Di mana, jarak rumah antar anggota tidak berdekatan. Untuk melancarkan distribusi barang kepada para anggota, BAV menyediakan pembiayaan bagi KUBE yang butuh alat angkut roda tiga. Adanya alat angkut itu, KUBE bisa langsung jemput bola ke rumah para anggota. Diperkirakan akan ada sekitar 1.182 KUBE tersebar di seluruh Indonesia, dengan total KUBE sudah aktif sekitar 500. BAV siap menyediakan pembiayaan bagi seluruh kube tersebar di tanah air. (ndi)

Posting Genjot Sektor UKM, Pemerintah Gelar Ultra Mikro ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

Leave a Reply