Era Digital, Prioritas Mana Offline atau Online?

IDNews.co.id – Pada masa digital waktu ini, sudah jadi kelaziman untuk ritel atau brand spesifik untuk terjun ke dunia digital. Cuma memercayakan toko fisik saja tidak cukup, mengingat gaya hidup konsumen di masa digital sudah beralih.

” Brand-nya mesti ada dua, offline dan online, persentase berapakah ya terserah brand itu, ” papar Chief Executive Officer aCommerce, Patrick Vaz didapati di Ayana Midplaza, Jakarta.

Patrick menjelaskan, pemasaran dengan offline tetap dipertahankan dengan pertimbangan kendala jangkauan pengiriman. Menurut dia, mustahil konsumen mesti menanti hingga 20 hari untuk barang hingga di tangan.

Kemampuan distribusi itu, kata Patrick, harus juga lengkap di semua wilayah Indonesia, baik dari sisi distribusi ataupun toko.

” Strategi brand mesti ada bujet (pengembangan) untuk online juga, balance pada off-line dan online, ” papar Patrick.

Satu contoh brand lokal yang gabung dengan aCommerce seperti Eiger. Head of Ecommerce Eiger Indonesia, Andrean Tendo mengatakan, mereka mulai merambah pasar online, tapi tetap menjaga pasar off-line.

” Toko off-line dan online harga nya sama, keduanya sama-sama isi kekosongan. Eiger baru mulai 1, 5 tahun yang lalu online, ” papar Andrean.

Kontribusinya pasar online, kata Andrean, sudah mendekati 2 persen, tahun depan Eiger membidik penambahan 3 persen.

aCommerce menjadi startup yang menyediakan beragam layanan pendukung untuk e-commerce seperti seperti logistik, pergudangan, sampai pemasaran. aCommerce menggiring brand lokal untuk ‘go online’.

Sejauh ini, aCommerce sudah merambah usaha ritel di Singapura, Indonesia, Thailand dan Filipina. aCommerce sudah berdiri sejak 2013. Beberapa waktu terakhir aCommerce di suntik dana oleh Emerald Media, dengan investasi US$65 juta atau Rp878 miliar.(ndi)

Posting Era Digital, Prioritas Mana Offline atau Online? ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

Leave a Reply