Bandar Sabu Asal Nepal Ditembak Mati Petugas

IDNews.co.id – BANDAR narkoba bernama Sharan Kumar Tarang alias Kumar, 34, ditembak mati polisi di depan apartemen ITC Cempaka Mas Jalan Letjen Suprapto Kemayoran Jakarta Pusat. Sharan Kumar yang warga negara Nepal ini terpaksa ditembak mati polisi lantaran melawan sambil berupaya merampas pistol petugas.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu menjelaskan, penembakan terhadap bandar narkoba ini terjadi pada Jumart dini hari (11/1) sekitar pukul 02.00. Sebelumnya Kumar ditangkap di salah satu kamar 204 di Hotel Alphine di Jalan Gunung Sahari Raya No.33 Jakarta Pusat. Dalam penangkapan itu polisi menyita 3,4 Kg shabu senilai Rp 7 miliar. Turut disita timbangan digital dan tanda bukti pembayaran kamar hotel.

Menurut Roma, bandar narkoba asal Nepal ini memang sudah diincar sejak lama oleh pihaknya. Namun baru ketahuan lagi batang hidungnya pada hari sabtu (6/1) setelah Kumar terbang dari Bangkok menuju Jakarta. ”Dia (Kumar) ini pemasok shabu lintas negara,” ujar Roma di Mapolres Jakarta Pusat, Jumat (12/1).

Kasatserse Narkoba Polres Jakarta Pusat AKBP Hendri Sitepu menambahkan, begitu tiba di Jakarta. Pihaknya sempat memancing Kumar dengan cara undercover buy anak buahnya yang berpura-pura hendak membeli shabu milik Kumar. ”Kami pancing dengan mentransfer uang Rp 6 juta,” lontar Sitepu.

Namun meski uang sudah ditransfer, namun shabu dari Kumar tak kunjung diberikan. Polisi hanya bisa pasrah dan menganggap hilang alias lenyap uang Rp 6 juta itu. Namun belakangan polisi mendapat informasi kalau Kumar menginap di Hotel Alphine Jakarta Pusat. Mendapat informasi berharga, satuan reserse anti narkoba Polres Jakarta Pusat langsung meluncur ke hotel yang dimaksud pada Kamis petang (11/1) untuk melakukan pengintaian.

Begitu tiba di hotel, polisi langsung bertanya ke resepsionis hotel dimana Kumar menginap. Setelah mendapat kepastian kamar 204 adalah kamar hotel Kumar. Namun polisi tidak langsung merangsek masuk ke dalam kamar hotel tersebut. Namun hanya menjaga di sekitar hotel sekiranya Kumarkeluar hotel sore itu. Benar saja, tak lama Kumar keluar sambil berjalan kaki, sontak polisi mengepungnya.

Kumar hanya bisa pasrah ketika beberapa petugas menodongkan pistol kearahnya serta memborgolnya. Dari saku celana Kumar polisi menemukan 58 gram shabu senilai Rp 120 juta. Selanjutnya polisi menggeledah kamar hotel Kumar, dari dalam kamar hotel polisi kembali menemukan 3,4 Kg shabu senilai Rp 7 miliar.

Dari keterangan Kumar, polisi kembali lakukan pengembangan untuk menemui pemasok shabu di kawasan pertokoan Harco Mangga Dua Jakarta Pusat namun yang dicari tak berhasil didapatkan. ”Selanjutnya tersangka KUM (Kumar) mengaku pernah bertemu dengan pemasok shabu tersebut di depan Apartemen ITC Cempaka Mas,” lanjut Roma.

Saat itu juga polisi langsung menggelandang ke ITC Cempaka Mas untuk menunjukkan dimana shabu itu disembunyikannya. Kumar tiba di ITC Cempaka Mas dibawah pengawalan enam reserse polisi.

Namun ketika baru saja turun dari mobil dan baru beberapa meter melangkah, Kumar yang bertubuh tinggi besar dan kekar dan dalam kondisi kedua tangan diborgol mendadak berontak sambil berusaha merampas pistol polisi dari balik pinggang Brigadir Freddy Marpaung. Spontan Brigadir Rudin Napitupulu yang turut bertugas langsung mengambil tindakan tegas dengan menembak Kumar. Peluru tepat mengenai dadanya. Kumartewas seketika di lokasi. Selanjutnya polisi mengevakuasi jasad Kumar ke kamar mayat RS Polri Kramat Jati. (dus)

Posting Bandar Sabu Asal Nepal Ditembak Mati Petugas ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

Leave a Reply